Thursday, 22 November 2018

Facebook Bagi Remaja


        Jejaring sosial seperti Facebook, google+, Twitter dan yang sejenisnya seakan sudah menjadi suatu keharusan bagi remaja Indonesia untuk memilikinya. Rasanya sangat aneh jika ada remaja di masa sekarang yang tak kenal dengan namanya jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter. Hal ini dikarenakan jejaring sosial seakan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Bahkan jika tidak memilikinya akan dianggap kurang pergaulan, cupu dan akan dikucilkan dari komunitasnya.  Tentu dengan adanya jejaring sosial ini pasti mengakibatkan dampak yang positif maupun dampak yang negatif.
       Seperti yang dilansir oleh Huffington Post (28/5), Dr. Jim Taylor dari University of San Francisco pun menemukan beberapa fakta menarik dengan ketergantungan remaja terhadap jejaring sosial ini. Ada yang bisa dibilang berdampak positif, sementara ada pula yang berdampak negatif. Untuk sisi buruknya, jejaring sosial bisa dianggap sebagai pencipta depresi bagi penggunanya. Bahkan, hal ini juga menjadi sebuah penyakit baru seperti misalnya Facebook depression. Penyakit ini awalnya terlihat sama seperti kecemasan, kelainan psikis, atau kebiasaan buruk lainnya. Namun, karena hanya terlihat di Facebook, maka penyakit ini pun mendapatkan perhatian serius. Kelainan seperti ini sendiri kemungkinan disebabkan karena adanya rasa ingin unjuk diri para remaja di jejaring sosial. Akibatnya, kelakuan aneh pun ikut bermunculan di dalamnya.
       Selain itu, studi lain menyebutkan bahwa kelainan ini juga dipengaruhi akibat paparan informasi yang makin deras dari media lain termasuk internet. Bahkan, di level yang lebih parah, kelainan ini tak hanya terlihat di dunia maya saja, namun juga di dunia nyata. Perkembangan internet di Indonesia semakin berkembang pesat diiringi dengan berbagai infrastruktur yang memadahi seperti adanya ponsel, laptop dan biaya Internet yang terjangkau. Tingkat antusiasme masyarakat Indonesia khususnya remaja dalam memanfaatkan teknologi internet ini pun semakin berkembang, baik dengan menggunakan ponsel maupun computer.
       Banyak para remaja yang kecanduan untuk menggunakan jejaring sosial tanpa mengenal waktu sehingga menurunkan produktifitas dan rasa sosial diantara remaja pun berkurang.  Banyak para remaja yang lebih suka berhubungan lewat jejaring sosial dibanding dengan bertemu dengan teman-temannya dan yang lebih parah lagi mereka yang kecanduan susah untuk berkomunikasi dengan yang lain. Para pelajar juga lebih sering menggunakan waktu mereka untuk bermain game yang ada pada salah satu jejaring sosial.
       Pengaruh positif penggunaan jejaring sosial diantaranya adalah banyak para remaja yang menggunakan jejaring sosial untuk memasarkan iklannya seperti yang dilakukan oleh salah seorang mahasiswa pembuat keripik pedas yang memasarkan produknya ke Twitter dan Facebook yang bermerk “Maicih” dan akhirnya sekarang menjadi sebuah kripik yang sudah tersebar hampir di kota-kota besar di Indonesia.  Ada juga jejaring sosial yang digunakan sebagai sarana bertukan informasi, pengetahuan dan untuk berdiskusi dalam pembuatan komunitas. Jejaring sosial juga dapat mempererat tali persaudaraan dimana seseorang dapat tetap saling berkomunikasi walaupun jaraknya jauh. Jejaring sosial juga dapat digunakan untuk mencari seorang kerabat, bahkan ada suatu kisah seorang ibu dapat bertemu kembali dengan anaknya setelah 12 tahun berpisah.
       Solusi yang pertama kali dari dampak negatif jejaring sosial adalah berusaha untuk membatasi diri, dimana jika kalian sudah kecanduan jejaring sosial, maka harus membatasi waktu aksesnya, mulai kurangi bermain game dan update status.  Mulai mencari kesibukan yang lain misal seperti bermain bersama teman-teman dalam dunia nyata, ikut organisasi maupun mengerjakan tugas kuliah. Bagi remaja putri hendaknya dapat lebih waspada jika berkenalan dengan orang asing di jejaring sosial, entah itu dari teman kalian atau terlebih hanya orang yang asal ingin berkenalan.  Jangan mudah percaya akan rayuan serta kata-kata manisnya. Jangan mudah bertemu langsung kalau memang sangat ingin maka ajaklah teman-teman kalian dan jangan di tempat yang sepi.
       Peran orang tua sangatlah penting, walau orang tua tidak menggunakan jejaring sosial, tetapi orang tua harus lebih menjaga lingkungan dan pergaulan anak-anaknya dibantu dengan sahabat-sahabat terdekatnya sehingga jika ada perilaku dari anaknya tersebut berbeda, maka orang tua harus tanggap dan mencoba menghubungi sahabat-sahabatnya agar tidak lebih berlanjut.
       Jelaslah bahwa Facebook dan jejaring social lainnya memiliki dampak positif dan negatif yang harus kita sikapi. Jangan sampai Facebook membuat kita lupa pada kewajiban kita. Apalagi sampai berbuat dosa.


Daftar Pustaka :
Ami Pratiwi. 2017.